Iftar Gathering HMPM dan HMPBD Bersatu di Bulan Ramadan

Iftar Gathering HMPM dan HMPBD Bersatu di Bulan Ramadan

HMPBD x HMPM FEB UNESA • Sabtu, 28 Februari 2026 • Parkiran G10 FEB
UNESA

Dua Himpunan, Satu Meja Buka Puasa

Ramadan punya cara tersendiri untuk menyatukan
orang-orang yang jarang bertatap muka. Dan itulah
yang terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, ketika Parkiran
G10 FEB UNESA berubah menjadi ruang pertemuan yang
hangat, penuh tawa, dan sarat makna.
Program kerja Drive – Iftar Gathering, kolaborasi antara
HMPBD dan HMPM FEB UNESA, resmi digelar sore itu.
Kurang lebih 100 peserta memadati area parkiran yang
telah disulap menjadi venue buka bersama, membawa
energi yang jarang ditemukan di kegiatan formal
manapun. Balutan busana muslim dan baju rapi
mewarnai suasana, menciptakan nuansa Ramadan
yang terasa lekat di setiap sudut.
Ini bukan sekadar acara makan bersama. Iftar
adalah pernyataan nyata bahwa dua himpunan di
bawah atap FEB UNESA yang sama ini siap berjalanu
beriringan, saling mengenal lebih dalam, dan
membangun sinergi yang sesungguhnya sejak awal
kepengurusan.

Perkenalan yang Memecah Jarak

Acara dibuka pukul 16.00 WIB dengan sambutan dari
ketua himpunan masing-masing organisasi. Erick
Ferdiansyah Reziyanto selaku Kahima HMPM dan Faiz
Akbar Darmawan selaku Kahima HMPBD berdiri
berdampingan di hadapan peserta, sebuah simbol
sederhana namun bermakna tentang kolaborasi yang
ingin mereka wujudkan bersama.
Sesi perkenalan fungsionaris menjadi salah satu momen
paling dinantikan. Hampir satu jam penuh, anggota dari
kedua himpunan saling memperkenalkan diri, mulai dari
nama, departemen, hingga cerita-cerita ringan yang
langsung mencairkan suasana. Bagi banyak peserta,
inilah pertama kalinya mereka benar-benar mengenal
wajah dan nama rekan-rekan dari himpunan sebelah
yang selama ini hanya dikenal dari jauh.
Momen perkenalan ini bukan formalitas belaka. Dalam
dunia organisasi, networking yang tulus dimulai dari
pertemuan langsung seperti inilah yang kemudian
tumbuh menjadi kolaborasi nyata. Dan Drive – Iftar
memberikan ruang itu dengan cara yang paling
alamiah.

Fun Games: Tawa yang Mengikat

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin hidup
dengan sesi Fun Games yang berlangsung dari pukul
17.10 hingga 17.50. Permainan yang dirancang lintas
himpunan ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan
jembatan yang menghapus sekat antara HMPM dan
HMPBD secara perlahan namun pasti.
Tawa dan sorak-sorai peserta memenuhi parkiran G10.
Kompetisi kecil yang terasa ringan justru menjadi
pemantik semangat kebersamaan yang sulit diciptakan
lewat forum-forum formal. Di sinilah karakter asli setiap
orang muncul, dan di sinilah pertemanan baru mulai
tumbuh.
Panitia pelaksana yang dipimpin oleh Novela Mayang
Putri Waskita merancang sesi ini dengan satu tujuan
sederhana: memastikan setiap peserta pulang dengan
minimal satu teman baru dari himpunan sebelah.

Berbuka, Sholat, Makan Bersama: Momen yang Sesungguhnya

Pukul 17.50, suasana berubah khidmat. Azan Maghrib
tinggal menghitung menit, dan ratusan peserta bersiap
menyambut momen berbuka bersama. Ada sesuatu
yang berbeda ketika berbuka tidak dilakukan sendiri
atau hanya bersama orang-orang yang sudah akrab.
Saat berbuka bersama kurang lebih 100 orang dari dua
himpunan yang tengah membangun kedekatan, setiap
tegukan pertama terasa lebih bermakna.
Seusai
buka puasa, peserta bersama-sama
menunaikan Sholat Maghrib, kemudian dilanjutkan
dengan makan malam bersama. Meja-meja yang
penuh makanan itu bukan hanya soal mengisi perut,
tetapi soal percakapan yang mengalir bebas, mengenal
lebih jauh orang-orang yang tadi masih terasa asing,
dan membangun rasa memiliki terhadap komunitas
yang lebih besar dari sekadar himpunan masing
masing.

FGD: Dari Perkenalan Menuju Kolaborasi Nyata

Puncak dari rangkaian malam itu adalah sesi Focus
Group Discussion (FGD) yang berlangsung selama satu
jam penuh, dari pukul 19.05 hingga 20.05. Peserta dari
kedua himpunan dibagi ke dalam delapan kelompok
diskusi lintas organisasi, di mana anggota HMPM dan
HMPBD dengan bidang serupa disatukan dalam satu
meja. Kedelapan kelompok tersebut adalah: (1)
Managing Executive atau Badan Pengurus Harian, (2)
Human Resource Development atau Pengembangan
Sumber Daya Manusia, (3) Knowledge atau Penalaran &
Keilmuan, (4) Art & Sports atau Seni & Olahraga, (5)
Social & Politic atau Sosial, Politik & Budaya, (6)
Entrepreneurship atau Kewirausahaan, (7) Advocacy &
Student Welfare atau Advokasi & Kesejahteraan
Masyarakat, serta (8) Creative Media & Information,
External & Collaboration atau Hubungan Masyarakat &
Media Informasi.
Diskusi yang terjadi dalam FGD bukan diskusi biasa.
Dengan latar belakang yang berbeda namun bidang
yang serupa, anggota HMPM dan HMPBD duduk
berdampingan dan berbagi perspektif tentang
bagaimana organisasi mahasiswa bisa berjalan lebih
efektif, lebih berdampak, dan lebih relevan bagi
mahasiswa di era sekarang.
FGD ini menjadi bukti bahwa Drive – Iftar bukan hanya
ajang silaturahmi, tetapi juga ruang berpikir bersama.
Ide-ide yang lahir dari diskusi malam itu diharapkan
menjadi benih kolaborasi konkret antara kedua
himpunan di masa mendatang.

Suara dari Lapangan

Makna dari Iftar tidak hanya tercermin dari
rangkaian acaranya, tetapi juga dari kesan yang
dirasakan oleh mereka yang hadir dan terlibat langsung.
“Kami ingin acara ini jadi titik awal yang nyata.
Bukan sekadar kenal nama, tapi benar-benar
paham satu sama lain sebagai organisasi.
Kalau dua himpunan ini bisa saling
mendukung, dampaknya akan jauh lebih besar
bagi mahasiswa FEB secara keseluruhan.”
Novela Mayang Putri Waskita, Ketua Pelaksana Iftar
Kahima HMPBD, Faiz Akbar Darmawan, menyampaikan
bahwa kolaborasi seperti ini adalah investasi jangka
panjang yang nilainya melampaui satu kegiatan saja.
“Iftar bukan akhir dari perkenalan kita. Ini
awal. Kami berharap apa yang dibangun
malam ini bisa terus tumbuh dan melahirkan
kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang lebih
besar dan lebih bermakna.”
Faiz Akbar Darmawan, Kahima HMPBD 2026
Senada dengan itu, Kahima HMPM Erick Ferdiansyah
Reziyanto mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap
sinergi yang mulai terbangun.
“Melihat mahasiswa dari dua himpunan bisa
duduk bareng, ngobrol, bahkan berdiskusi
serius dalam satu malam, itu sesuatu yang luar
biasa. Semoga energi ini terus terjaga dan kita
bisa terus berkolaborasi untuk hal-hal yang
lebih besar lagi ke depannya.”
Erick Ferdiansyah Reziyanto, Kahima HMPM 2026

Ramadan yang Mempertemukan, Kolaborasi yang Berlanjut

Iftar telah usai, tetapi apa yang ditinggalkannya
jauh lebih panjang dari satu malam Ramadan. Kurang
lebih 100 peserta pulang membawa sesuatu yang tidak
tertulis dalam rundown, yaitu rasa kenal yang lebih
dalam, percakapan yang membekas, dan keyakinan
bahwa dua himpunan ini bisa melakukan lebih banyak
hal bersama.
Di tengah kesibukan perkuliahan dan padatnya agenda
organisasi, kegiatan seperti Iftar mengingatkan
kita pada hal yang paling mendasar: bahwa organisasi
mahasiswa pada akhirnya adalah tentang manusia dan
hubungan antar manusia. Sebelum ada program kerja
yang disahkan, sebelum ada rapat koordinasi yang
terjadwal, harus ada rasa saling mengenal dan saling
percaya terlebih dahulu.
HMPM dan HMPBD FEB UNESA telah menanamkan benih
itu. Dan Ramadan, dengan segala keberkahannya,
menjadi tanah yang paling subur untuk memulai
perjalanan bersama.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan program
organisasi dapat diakses melalui https://feb.unesa.ac.id.

penulis : Novela Mayang Putri Waskita

penyunting : Rifki Wahyu Maulana

Diunggah oleh : Rifki Wahyu Maulana

Surabaya, 9 Maret 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *